Retza Fudiawan

September 3, 2009

Negara pencuri (mayaisah)

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 14:19

sebuah negara dengan daratan yang kecil dengan penduduk yang mengaku menganut hukum yang adil..tetapi saya sangat tidak setuju dengan kata “adil” faktanya jik adil knapa para pencuri kebudayaan dan daratan yang jelas milik negara lain tetap di akuinya tanpa ada penindakan hukum??? dengan logat melayu yang semerawut..mengakui bahwa negaranya adalah negri langit..tetapi ko negara langit sama sekali tidak membudayakan kebudayaan langit bahkan tidak memiliki kebudayaan sama sekali…negri jajahan inggris atu disebut persemakmuran inggris ini benar2 membuat negri yang sedang menngeliat untuk bangun akibat para penggerak negri yang kaya rya kita sebut saja NKRI, selalu mengurus perut dan masalah nya masing2 ini..tidak akan melirik masalah kebudayaan padahal sadar atau tidak ini masalah jati diri bangsa…

bendera_indonesia_27e203

August 12, 2009

Sepucuk surat dari seorang ayah

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 16:17

“Assalamu’alaikum….”

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa erusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.

Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti.

Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu..”

di kutip dari
marchkeysmart.wordpress.com

July 28, 2009

Pertemanan Maya

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 17:16

sebuah situs yang sedang onfire untuk menyedot seluruh pengguna dunia maya bahkan memperkenalkan seseorang pada dunia maya..semua jenis sifat orang dari A sampai Z dari yang normal sampe yang sangat tidak normal berkumpul kita sebut saja facebook (fb), buat sy chat bersama teman maya hanya sebuah hiburan sekaligus mengasah softskill buat masa depan..kelak halah 😦 tapi suatu saat secara tidak sengaja “bertemu dengan seorang ce yang lumayan cantik (cantik disini bukan dalam artian fisik tapi dari cara berbicara yang welcome) memang kita berbicara yang “ngaler ngidul” dri mulai membicaraka ce punya keanehan dlm berbelanja sampai lokasi mie ayam kls wahid di bdg,..setelah selsai pembicaraan..disitulah letak pelajaran yang merasa bersalah pada seorang wanita yang memang benar2 sy  kagumi, sayangi dan sakiti sengaja maupun tidak..terakhir kami ribut karena pertemanan dia dengan seseorang di fb..yang lumayan alot dan besar..

July 22, 2009

penilaian orang pada Status di Facebook

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 06:18

tipe manusia di liat dari status fb

1.Manusia Super Update

2.Manusia Melankolis

3.Manusia Tukang Ngeluh

4.Manusia Sombong

5.Manusia Puitis

6.Manusia in English

7.ALAY

8.bioskop mania

9.Tipe Misterius

itu menurut teman senasib sepenanggungan ketika kuliah di D3 unpad(http://www.facebook.com/profile.php?id=1388040304#/profile.php?id=819492429&ref=ts), dia menyimpulkan  tipe orang berdasar status di fb nya, emang fb sekarang lagi jadi virus yang  melanda dunia dan berbagai jenis dan karakter manusia dari yang aneh sampe yang super pake mega bazzar diskon 99% aneh bisa kita dapet..mungkin dari sy kalo ditambah dan dikombinasikan menggunakan teknik ketik cap cakar elang dengan ritme nada dari F#m

1.Manusia Super Update

2.Manusia Melankolis

3.Manusia Tukang Ngeluh

4.Manusia Sombong

5.Manusia Puitis

6.Manusia in English

7.penarik simpatik

8.super PDKT to PMDK(pendekatan mulu dapet kaga)

9.politikus setengah hati

10 sales cyber

11.provokator

12.asbun(asal bunyi)

mungkin itu yang bisa mewakili seluruhnya (menurut si penulis), mungkin dari temen2 ada yang mo nambahin silahkan di komment.

Kekuatan mental

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 05:41

minggu pada tanggal 19 pukul 20.00 dengan kibaran bendera dari seorang bupati purwakarta, yang sedikit kontroversi pada awal terpilih menjadi seorang pemimpin dari kabupaten purwakarta, napak tilas pun dimulai dengn jarak 24 km dengan rute Wanayasa-purwakarta, dengan kriteria ketepatan waktu, kompak dan keseragaman, kami dengan 10 orang anggota menngunakan baju putih-oranye kostum kami dalam bertanding bola dengan kaos kaki panjang khas dengan tim 11 pada lapang hijau, dengan jarak-jarak awal kami serasa seorang super hero tanpa batas tenaga berteriak sana/i percis seorang kaum bar-bar dengan celotehan mencari perhatian pada anggota tim lain, dengan kebetulan no punggung kami 296 dari 350 lebih tim yang ikut serta, dari keseluruhan tim yang ikut serta q menilai kami lah yang memiliki seragam yang paling unik dengan tujuan have fun.

pada jarak2 pertengahan, beberapa tim sudah mulai berjatuhan karena dominasi pada umur2 yang memang sudah beristirahat dengan mengurus istri dan beberapa anaknya, maklum stamina dikikis oleh umur 🙂 .tapi kami yang memiliki umur antara 22-25 dengan relatif stadium remaja tetap bersemangat dengan masih memiliki tenaga untuk berkenalan pada setiap “ce kece” yang kami temui.

pada jarak2 akhir mulut kami pun terkunci rapat dengan keringat mengucur deras dari kulit kami..mungkin semua pendapat teman2 sam capek ato lemas itu bukan hlngan tapi telapak kaki yang sudah berasa copot dari engkel kaki, dengan logika yang berkata “berhenti lalu tidur untuk lebih nyaman” tapi mental kami yang berperang dengan logika kami masing..beberapa teman kami berhenti sejenak untuk meluruskan otot dan urat2 kaki yng berteriak-teriak untuk berhenti karena kesakitan, tapi terus kami bayangkan garis finish yang sekitar 7km lagi demi menunjukan pada diri kita bahwa kita bukan manusia lemah yang kalah hanya dengan jarak 24 km..di depan kami pun beberapa tim tetap berjalan dengan bantuan tim pendamping dengan mobil dan orang pengganti untuk mengganti anggota tim yang sudah tida sanggup untuk berjalan..tapi kami dengan anggita 10 orang yang sebenarnya 1 tim terdapat 11 orang berjalan terus..pada otak di kepalaku selalu terjadi pertarungan antara berhenti dengan mengorbankan usaha ku untuk terus mengikuti lomba ini dan harga diri yang akan hilang di depan teman2 ku yang lain, dengan sebuah sura dari hati kecil dan sebagian logija yang tersisa untuk meneruskan perjalanan dengan menahan rasa sakit dan kebanggan yang akan di raih..dan beberapa organ ku yang sudah menggaur kesakitan eapi terus mendukung apa yang sudah aku niatkan untuk sampai pada garis finish..waktu mnunjukan pukul 00.00 tepat denga jarak sampai finish sekitar 1-2 km lagi..badan yang serasa ditumbuk dengan paku bumi yang berulang..ulang, dalam hati ku berkata aku bukan tidak bisa menyerah tapi tidak boleh menyerah toh jarak 1-2km hanya jarak yang sangat pendek dibnding  22-23km yang telah di lalui..pada pukul 00.20 tepat kami mnginjak garis finish dan langsung mnecari daerah kosong yang akan kami pilih untuk dijadikan lapak untuk beristirahat..dari ujung rambut sampai pangkal tempurung kaki bersorak sorai karena tanpa menyerah terus bekerja sama untuk mnedapatkan ujung dari nita ini, tetapi dari ujung tempurung kaki sampai ujung jari kaki berteriak “sakiiiitttttt” skaligus berkata hebat juga diri ku..

kepuasan yang ada di dada yang tidak akan bisa dicurahkan oleh kata2..karena kemenangn mental..yang membuktikan mental ku bukan mental tahu.

5600_1193302309581_1139109178_30562077_7967196_n

July 14, 2009

Skripsi dikejar waktu

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 06:33

Buat temen2 n rekan2 senasib sepenanggungan, mungkin pendapat teman2 pun sependapat bhwa skripsi membuat hidup menjadi tertekan..tapi bagaimanapun  itu merupkan step awal pada kehiupan yang insya allah lebih baik..termasuk saya mungkin sedikit santai tetpi ketika mendapat tawaran kerja dengan ini/itu yang menggiurkan membut skripsi menjadi santapan utama untuk saat ini..dan untuk teman2 dan rekan2 yang yang akan memulai dan yang akan mendengar kata2 yang jarng didengar tetapi menjadi perjuangan sampai darah penghabisan seperti “Bimbingan, revisi, Sidang dan seminar”  yakinkan nda mampu n jaga kualitas mental..SELAMAT BERJUANG

July 13, 2009

Suhu bandung dingin

Filed under: Celotehan — Retza Fudiawan @ 18:55

Berdasarkan hasil pengukuran, pada dini hari tepatnya 13 july 09..bandung mencapai suhu 17-19* (derajat) celcius, emang duingin banget buat ukuran para penduduk Indonesia yang sepanjang tahun mendapat sinar matahari yang cukup khususnya  penduduk Bandung sendiri, tetapi ketika siang hari mencapai 26-29* suhu yang relatif x-treem buat kota tempat kelahiran saya, kebulan kosan saya berlokasi di dago pojok..yang lumayan terkena dampak dingin kbetulan juga malam ini 4 teman saya nebeng tidur..dan semua berasal dari kota tempat tinggal saya purwakarta..yang alhamdulillah  semua teman saya berebut selimut n alas badan..